Selamat
malam duniaku, selamat bertemu kembali di November ini. bagaimana ? apa kau
masih akan mengujiku pelan seperti November lalu, atau bahkan sebaliknya. Kau
akan menguatkanku dengan cobaan yang tidak hanya mengeluarkan sedikit air mata.
Aku pikir begitu, jauh dari dasar logikaku, aku memiliki firasat lain yang
tumbuh dari nurani. Ini tidak akan mudah bagiku. Melewati hari sendiri dengan
berbagai ketakutan. Aku ragu. Ragu. Bahwa aku tidak bisa melakukannya. Takut,
bahwa aku akan terjatuh sebelum sampai ke titik terakhir itu.
Setiap
kali aku akan memejamkan mataku, aku merasa begitu nyaman. Karena aku seperti
menghilang dari duniaku, dan melupakan berbagai peristiwa pahit. Seperti aku
sedang berada di kota korea yang bersalju. Meski terlihat seperti drama. Tapi
aku menyukai itu, aku benar-benar bisa menghirup udara dingin dengan lembutnya,
menikmati itu.
Tapi
aku sering menangis ketika terbangun. Aku takut bahwa esok ini akan lebih
suram, semakin aku menikmati mimpi-mimpi itu, semakin pula aku takut membuka
mata.
Apa
kau tau ? duniaku saat ini begitu kejam, tidak ada yang bisa melihatku atau
bahkan menyentuhku. Aku seperti berada diketerasingan. Entah, apakah aku
terlalu dramatis mengungkapkannya. Tapi bagiku ini hidup. Inilah hidupku.
Aku
tidak tahu apa yang aku ingini, aku tidak mengerti tempat mana yang akan
menjadi pemberhentianku. Aku menikmati air mata. Seperti aku menikmati hidupku.
Tidakkah ini sakit bagiku ? aku bisa
menyelami kehidupan, perasaan, keadaan mereka. Tapi tidak dengan mereka yang
acuh terhadapku. Mereka melihatku tertawa tapi tidak mengerti apa sebabnya,
mengintaiku ketika menangis tapi tidak peduli kapan air mata itu reda. Bagiku
ini sulit. Aku berharap aku bisa menemui seseorang didekatku untuk membantuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar