Suara lembut memecah keheningan-
setelah ku tutup telingaku rapat-rapat tentang hujan.
Gemericik. Kau seolah mengajakku debat argumen malam ini,
Tapi aku memilih diam.
Aku belum tega-
Beranjak. Mengintipmu dari sela Jendela,
Kau mencoba menyapa ku lembut lewat angin itu.
KAU TAU! Aku masih marah padamu.
Iya! Padamu,
tidakkah kau mengerti tiga malam ini aku berhasil bersitatap dengannya.
Tapi Kali ini ?
Benar-benar kau gagalkan pertemuanku.
Aku tidak setiap waktu bisa Menemuinya Hujan-
(Kataku Lirih)
sering kali aku merasa bosan
Menunggunya bermalam-malam
terkadang aku bermain teka-teki dengannya.
Aku berpura sembunyi-
Agar ia muncul,
dan aku bisa Mengintipnya dari tempat persembunyianku
Tapi seseringnya aku gagal.
Dan malam ini,
Kau seperti tidak bersahabat denganku.
menjanjikan gerimis untuk menghiburku.
Apa Aku masih kau Anggap anak kecil- ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar