MALAM (19).
gerimis melunakkan jalanan keras malam itu
membuat kedua mataku rabun.
Iya!
Seperti roda-roda yang berputar mengitariku saling berlomba.
didepan, kemudian di belakang, lalu disebelahku.
Gerimis tidak lagi gerimis,
semakin keras..
Penat.
kedua mataku semakin Perih.
Aku tidak percaya akan segera sampai di ruang tulisku lagi malam itu.
Berusaha menikmati Angin malam
Kemudian beberapa detik.
BRAKK!!!!
ada peristiwa yang tak bisa ku ceritakan disini.
Dimana aku menemui satu pelajaran berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar