Selasa, 12 November 2013

Terhukum harapan

Rasa itu memang saat ini menghukumku,
tak sedikit pun lepas dari alam fikirku,
Namun tak sedikitpun aku memaksanya untuk melanjutkan,
Biar cinta itu fitrah,
namun aku menghitamkan kefitrahannya,
mungkin aku terlalu bermimpi,
hingga aku larut dengan harapanku,
terkadang merasa tersakiti,
merasa tak berarti,
merasa tak dimengerti,
Tak terhitung sudah lentik jemari ini bernyanyi
seakan terapi sepi ber aksara dan ber sajak
Tangisan dari dalam hati yang kian kuat
Tersirat di dalam bait-bait puisi renunganku
salahkah jika aku bertanya pada siapa yang saat inii ada disampingku,
yang memandangku dengan tatapan iba,
Apa aku lemah menyikapi? atau aku hanya butiran kecil
yang mesti memusnahkan setiap harapan yang tumbuh,
 Pernahkah kau bayangkan
Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit
Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening
Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda..
mengenang sebuah cipta yang hening saat kita berjalan dia atas harapan.


Bismillahirrohmanirrohim.


Tidak ada komentar: