Terdiamku dalam kebekuan malam
menetap redupnya silau cahaya bintang
meski terus mata ini memandang
tak cepat berkata ini satu kepalsuan
coba ku usap air yang menyamarkan kedua mataku
ku pejamkan erat mata yng telah berabu
berharap ia menyengatkan sinarnya kembali
hingga realita awal kutemui'
takutku akan sesal nanti
bimbangm, ragu menyelimuti relung relung rasa
akankah karena hadirnya.??
mungkinkah karena jiwa ini tersiksa?
tersiksa karena ragamu
yang seolah hidup
tapi ragamu yang seakan mati
kau matikan jiwa lembutmu untukku'
kau sirnakan lintasan lintasan harapku
kau takhlukkan perasaan ku dengan sikap egomu
bukan ILUSI
jika aku lelah, langkahkupun kan terhenti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar